Nopember Ceria

Agenda bulan nopember:

1. PSM UGM in collaboration with Singgih Sanjaya Orchestra present
“Nyanyian Negeriku-Senandung Cinta untuk Indonesia”

Sebuah konser bertajuk lagu2 folklore dari Sabang sampai Merauke dalam upaya “nguri-nguri kabudayan negri”. Badminton, Sik-Sik Si Batu Manikam, Janger, Bungong Jeumpa, Yamko Rambe Yamko dan Anging Mamiri merupakan beberapa repertoar yang akan kami bawakan.

Kamis, 12 November 2009
Waktu 19:00 – 21:00
di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta
HTM : Festival 20.000, VIP 30.000
tiket bisa dibeli di sekre PSM UGM (Gelanggang Mahasiswa UGM)
*tersedia ticket box di venue*
CP : Indah (0888 0272 1127)

2. Yogya Semesta (Seri Ke-27)

Selasa wage, 17 Nopember 2009, 19.30 di Kepatihan, Malioboro, Yogyakarta.

Temu Kangen Jejak Petualang Indonesia 2009

Salam Petualang…

Dalam rangka mempererat para JPI seluruh Indonesia dan temu kangen para peserta JPI sewaktu Jambore Petualang Indonesia. Temen-temen JPI rencana mau ngadain reuni atau sekedar maen bareng ke Pulau Sempu, Malang Jawa Timur.
Hal ini adalah sebuah acara inisiatif tindak lanjut persahabatan para pecinta kegiatan outdoor peserta JPI 2009.

Kapan dan infonya?

Rencana acara ini tanggal 20-22 November 2009.
Acara dijamin asik deh…
Bagi temen-temen yang mau ikut diharapkan konfirmasi diri…biar bisa didata.

Acara ini g tertutup buat teman-teman di luar peserta JPI 2009. Kalo nambah teman pasti rame n lebih asik. udah pasti kita mengharapkan temen-temen bisa hadir ikut acara free outdoor kita ini.

Info selanjutnya bisa dilihat di facebook group Kampoenk Tanah JPI
salam Petualang !!!

Menyumbang tanaman dapat membantu dunia pendidikan lingkungan hidup?

Pertengahan awal Oktober 2009 P-WEC akan membuat sebuah Eco Park di area 600 m2. Eco Park adalah konsep taman yang mempertimbangkan nilai ecologis dan estetika. P-WEC sebagai pusat pendidikan informal pelestarian alam dan satwa liar yang didirikan oleh ProFauna, akan membuat model taman yang tetap memiliki nilai konservasi bagi alam tetapi tetap menampilkan estetika dan nilai kegunaan serta siapapun juga mampu membuatnya. Taman yang memiliki nilai ecologis ini harapannya dapat menjadi tempat pendidikan bagi siapapun yang datang ke P-WEC dengan melihat berbagai jenis satwa kecil seperti kupu-kupu, kumbang, burung, lebah dll. yang berdatangan secara bebas dan liar ke taman. Eco Park ini juga akan membantu menegaskan bahwa untuk mencintai satwa, kita tidak harus mengurung namun bagaimana kita dapat menjaga dan membuatkan rumah alami yang nyaman bagi satwa. Untuk menciptakan eco park, P-WEC membutuhkan tanaman yang beragam yang mampu mengundang berbagai satwa datang. Oleh karena itu, P-WEC membutuhkan bantuan sumbangan dari rekan-rekan semua untuk melengkapi koleksi tanaman kami. Berikut tanaman yang kami butuhkan :

No. Nama Tanaman
1 Aren
2 Kecubung Putih dan Kuning
3 Pisang Lokal
4 Kecombrang
5 Pisang Kipas
6 Cyathea (Paku Tiang)
7 Suplir
8 Paku-pakuan
9 Nusa Indah
10 Kana
11 Tapak Dara
12 Lili
13 Bunga Kertas (Zinnia elegans)
14 Anggrek Tanah
15 Kamboja
16 Adenium
17 Tagetes Erecta (Bunga tahi Ayam)
18 Oleander
19 Soka (Ixora Paludosa)
20 Tembelekan (Lantana camara)
21 Melati
22 Kaca Piring
23 Puring
24 Bunga Sepatu
25 Pepaya
26 Beringin
27 Waru Doyong
28 Beringin
29 Markisa
30 Alamanda
31 Coleus
32 Melati air
33 Teratai
34 Paku Tanduk Rusa
35 Kadaka (Asplenium nidus)
36 Bunga Pukul Empat
37 Bunga Matahari
38 Bunga Lilin Emas
39 Bunga Cengger Ayam
40 Bunga Kumis Kucing
41 Heliconia Golden
42 Heliconia Sp. (pisang-pisangan warna merah)
43 Kembang Sepatu Sungsang
44 Nona Makan Sirih
45 Ipomoea tricolor
46 Kuku Macan Merah (Mucuna)
47 Kenikir
48 Mawar
49 Dadap merah
50 Krokot (Portulaca)

Bagi rekan-rekan yang ingin membantu memberi tanaman tersebut dapat langsung diberikan di:

1. P-WEC Jl. Margasatwa No. 1 Ds. Petungsewu Kec. Dau Kab. Malang , atau
2. Headquarter ProFauna Indonesia di Jln. Raya Candi II No. 179 Klaseman Malang

Kami juga menerima tanaman di luar daftar tersebut dengan catatan : tanaman tropis dan mampu mengundang satwa.

Ingin menyumbang? Harap hubungi:

Yunita Suci Amalia
Education Coordinator
Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC)
Jln. Margasatwa No.1 Desa Petungsewu Kecamatan Dau
Kabupaten Malang Jawa Timur Indonesia
Hp.            +6281-555-672660
Telp.         (0341)7040564
Fax            (0341)569506
Email         education@p-http://www.facebook.com/l/26edc;wec.com
Website      http://www.facebook.com/l/26edc;www.p-wec.com

Mohon sampaikan sumbangan anda dalam bulan Oktober ini juga. Sumbangan anda akan berguna bagi dunia pendidikan lingkungan hidup dan satwa liar.

Terima kasih,

ProFauna Indonesia

Yogya Semesta (Seri Ke-25)

Siapa yang tidak mengenal jalan Malioboro “didunia” ini? Sebuah tempat pertemuan dari segala penjuru untuk menikmati ke khasan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat.

Malioboro adalah jantung kota Yogyakarta yang tak pernah sepi dari pengunjung, nyaris selama 24 jam. Secara rumit dan sadar Malioboro membangun ekspose keindahan, keramahan serta kebengisannya. Malioboro mewadahi semuanya, seperti komersialisasi, sosialisasi, komunikasi, politisasi, sekularisasi bahkan lokalisasi pun ada.

Image Hosted by ImageShack.usyono dan kiting terlihat akrab dan serius sekali mendengarkan materi dari para narasumber

Image Hosted by ImageShack.us

Dalam diskusi seni dan budaya dalam Yogya Semesta kali ini, tema yang diangkat adalah tentang “Potret MALIOBORO, Tempo Doeloe, Sekarang Dan Yang Akan Datang”. Dengan menampilkan beberapa narasumber Drs. Slamet Soetrisno, M.Si (Pemerhati Budaya sekaligus Dosen Fak. Filsafat UGM), Ir. Munichi Bachron Edrees, M.Arch, IAI (Pemerhati Tata Ruang Kota & Ketua Ikatan Arsitek Indonesia, DIY), Widihasto Wasono Putro, S.Sos (Pemerhati Sosial & Dewan Penasehat Yayasan Pusat Studi Masyarakat).

Image Hosted by ImageShack.us

Dialog ini akan dipandu oleh moderator Drs. Djoko Dwijayanto, M.Hum (Kepala Dinas Kebudayaan DIY), memang tidak seperti biasanya sang pengasuh yaitu Hari Dendi selalu menjadi moderator, tetapi untuk kali ini sang pengasuh tidak bisa menemani para audien dikarenakan sedang bertugas ke negara Korea menemani Sri Sultan. Tentu hal ini tidak mengurangi antusias para audien karena para narasumber dalam menyajikan materi sangat berkesan, serta sang moderator yang selalu komunikatif dalam menyajikan rangkaian acara.

Bersambung (Content msh banyak)

Berpetualang ke Karimunjawa (2)

Pasar Karimunjawa,

Pasar murah meriah, terletak disamping kantor kecamatan karimunjawa

Terlihat senyum simpul para pedagang di pasarkarimunjawa yang sangat ramah sekali, hampir seluruh pedagang adalah separuh baya tetapi mereka sangat ulet dan menjajakan dagangannya.

Beginilah suasana pasar karimunjawa dipagi hari, mereka menjual beragam kebutuhan rumah tangga dan sangat terbatas karena bergantung kepada suplai bahan dari Jepara. Pasar tutup sekitar jam 10an.

Wisata Religius

Snorkeling dan diving merupakan suatu hal yang wajar dilakukan bila kita berwisata ke pulau Karimunjawa. Namun  wisata religius seperti berziarah ke makam sunan Nyamplungan pun bisa dijadikan alternatif  untuk tujuan wisata, khususnya bagi mereka yang ingin mempelajari sejarah. Untuk pertunjukan seni dan budaya disini hampir punah karena kurangnya perhatian khusus dari pemerintah setempat dalam menjaga kelestarian seni dan budaya lokal.

Sunan Nyamplungan

Banyak versi memang yang menceritakan tentang sejarah sunan Nyamplungan itu sendiri. Berdasarkan penuturan dari juru kunci makam, yakni bapak Tyoso, Sunan Nyamplungan mempunyai nama asli Amir Hasan, ada yang mengatakan putra dari Sunan Kudus dan Dewi Rupil, namun ada pula yang mengatakan putra dari sunan Muria. Syekh Amir Hasan (Sunan Nyamplungan) terkenal dengan kebandelannya pada waktu itu. Sehingga oleh ayahnya, beliau disuruh pergi ke utara. Apabila dilihat dari gunung Muria, di arah utara tampak gugusan pulau yang tampak samar-samar (kremun-kremun). Oleh karena itu, pulau tersebut kemudian dinamakan Karimun Jawa (kremun-kremun kethok soko Jowo = samar-samar terlihat dari Jawa). Selain itu, dalam bahasa Arab, Karimun berarti mulya. Nama Karimun Jawa dapat diartikan mulya-mulyane Jowo (mulya-mulyanya Jawa.).

Nama Nyamplungan yang digunakan sebagai nama desa ini pada awalnya berasal dari nama pohon. Pada waktu itu, di sekitar pantai, banyak terdapat pohon nyamplung. Konon ceritanya, pohon Nyamplung ini cukup keramat. Sunan Nyamplungan sangat menggemari buah dari pohon ini. Pada tahun 1980-an, oleh pemilik tanah, pohon tersebut ditebang. Entah karena kebetulan atau tidak, bapak Ali seorang masyarakat lokal yang nekat melewati lokasi penebangan, hampir tertimpa pohon tersebut. pohon itu kebetulan mempunyai 2 cabang batang diatasnya, sehingga ketika posisi pohon telah jatuh ke tanah, cabang tersebut tepat mengapit tubuh Bapak Ali dan hanya sedikit menggores kulitnya.

Image Hosted by ImageShack.us

Legon lele

Lain cerita dengan legenda lele yang terkenal di daerah ini karena lele dikarimunjawa tidak memiliki patil yang tajam. Lalu kemudian daerah tempat berkembangbiaknya lele ini kemudian dinamakan Legon Lele. Sejarahnya saya kurang paham dan hanya tahu info yang sedikit, jadi tidak saya tulis disini. Didaerah legon lele ini merupakan daerah yang subur, walaupun tidak luas kita bisa melihat beberapa komoditas seperti perkebunan jambu mete, kelapa disepanjang pantai dan ada juga tanaman padi. Sumber mata air untuk kebutuhan dipulau karimunjawa terdapat didaerah ini.

Pemandangan didaerah Legon Lele

Di Legon Lele juga terdapat Bumi Perkemahan (Camping Ground), jadi bagi temen-temen yang mau merasakan suasana hutan bisa kemping disini, meskipun tidak begitu luas lumayan juga untuk pengalaman.

Rumput laut

Rumput laut dikarimunjawa sangat besar-besar berbeda dengan rumput laut yang ada di Yogyakarta, mungkin karena saya makannya disana, kalau sudah dibawa ke Jogja sudah menciut mungkin. Budidaya rumput laut dikarimunjawa 5 tahun terakhir ini sangat trend, berbeda pada waktu dulu, masyarakat lebih sering mencari ikan dengan keliling pulau menggunakan perahu. Mungkin karena rumput laut yang memliki harga jual tinggi dipasaran dan sangat diminati masyarakat diluar karimunjawa.

Image Hosted by ImageShack.us

Bersambung….